Bismillah...
Esok ini, sebenarnya jadwalku libur. Tapi karena ada inventory dan rapat pengurus, semua jadwal yang sudah tersusun rapih gagal total. Sebal, kesal bahkan ingin marah sih awalnya.. padahal ingin menghabiskan liburan dirumah dan bisa tidur dengan nyenyak.. Tapi... tak pernah ada yang tau apa maksud Allah dr semua kegagalan rencana yang telah dirangkai dengan cantik.
Minggu, 01 Maret 2015
Sabtu, 28 Februari 2015
Bukan Ucapan tapi Doa :')
Esok yang syahdu kembali datang menyapaku. Sayup sayup suara qori' terdengar merdu di langit2. Hari ini genap sudah umurku 23 tahun, yaa meski tak tertulis dengan cantik di jajaran angka bulan februari tahun ini. Kabisat... hahaha, tanggal lahir yang keren bukaan? Hanya ada 4 tahun sekali, sungguh langkaa :D
Ada atau tidak tanggal 29 februari di tahun ini bukanlah hal yang merisaukan buatku. Karena bagiku tak ada yang istimewa dengan ulang tahun, dimana usia makin merangkak naik, memaksa diri untuk semakin dewasa dan lebih mempersiapkan diri menuju gerbang kematian yang semakin dekat :'(
Rabu, 25 Februari 2015
Dikejar Deadline
Pagi ini seperti biasa aku terbangun pukul 2 dini hari. Sebenarnya sudah terbangun sejak pukul 11 malam, karena memang tidur ba'da isya'. Tapi karena kantuk yang tak kunjung reda, akhirnya aku pun tertidur lagi, hingga angin malam kembali membangunkanku.
Minggu, 22 Februari 2015
Bingung Memilih Tempat Singgah?
Dunia ini memang selalu menjanjikan keindahan semu. Tapi... apakah semuanya kekal abadi? Yap.. jawaban yang sudah kita kantongi sudahlah pasti "tidak". Lantas kenapa kita masih saja sering menomor satukan dunia tanpa memikirkan hakikatnya semua ini hanya kesemuan belaka?
Membayangkan bisa singgah dan hidup menetap di pesisir pantai, dimana setiap pagi bisa menjadi saksi akan fenomena terbangunnya mentari dari lelapnya. Merasakan desiran manja ombak yang membelai lembut jemari kaki yang siap berjuang kembali. Bersamaan dengan angin sepoi yang hilir mudik mengibaskan ketrentaman dalam hati. Atau disaat malam bertabur bintang dan rembulan yang bertengger manja di atas lautan yang menjanjikan kedamaian. Aaah... pasti indah dan menyenangkan.. ^^
Membayangkan bisa singgah dan hidup menetap di pesisir pantai, dimana setiap pagi bisa menjadi saksi akan fenomena terbangunnya mentari dari lelapnya. Merasakan desiran manja ombak yang membelai lembut jemari kaki yang siap berjuang kembali. Bersamaan dengan angin sepoi yang hilir mudik mengibaskan ketrentaman dalam hati. Atau disaat malam bertabur bintang dan rembulan yang bertengger manja di atas lautan yang menjanjikan kedamaian. Aaah... pasti indah dan menyenangkan.. ^^
Senin, 26 Januari 2015
Aku Tak Pernah Mengajarinya Berbohong
Waktu itu, aku kehilangan sebuah bando hitam yang biasa kukenakan saat di rumah. Sudah kucari kesana kemari dan tidak jua ku temukannya. Setelah itu, akupun bertanya kepada sepupuku apakah dia melihat bandoku. Sebut saja dia bunga. Tapi bunga bilang dia nggak tahu. Yasudah, akupun melupakan bando itu dan memutuskan untuk membeli yang baru.
Saringan yang Bolong
Entah berapa tahun yang lalu, saat aku masih SD. Seperti biasa, masak-masakan di dapur ibu sudah menjadi kegiatan rutin yang ku lakukan bareng adik sama mbak sepupuku. Yap tiga bersaudara yang tak pernah kehabisan akal buat ajang kreasi baru. Dari bikin tumpeng2an mini, kue kukus yang gatot, manisan, gorengan hingga coklat. Tak semuanya berhasil sih. Tapi kami tak pernah gagal dalam satu acara ini "berantakin dapur"... hihhihi
Kala itu kalau ndak salah sasaran uji coba membuat pisang goreng dan ketela goreng. Yah karena bahannya yang simpel dan bisa di dapat di dapur ibu, jadi tak perlu merogoh tabungan yang kami kumpulkan 100 perak tiap harinya.
Jumat, 16 Januari 2015
Meet Up.. Keluarga Langit
Mendung syahdu,
semakin menambah keelokan gunung penanggungan yang tertutup awan di
puncaknya. Kembali memaksaku untuk bertafakkur alam atas segala
ciptaanNya yang begitu mengagumkan. Subhanallah... Seketika teringan
acara baksos minggu 11 Januari kemarin.
Saat aku terbangun
oleh suara gaduh ayam jantan yang saling bersahutan. Dengan keindahan
mentari yang malu-malu menampakkan sinarnya. Dan aku, masih saja tak
punya banyak keberanian untuk mengungkapkan apa yang memenuhi otakku
minggu-minggu ini. Aku ingin ikut berkumpul dengan komunitas Keluarga
Langit di agenda baksos ke ponpes milenium Sidoarjo. Hanya
mengantongi izin dari ibu saja rasanya tak cukup buatku. Sejenak aku
pun terambang dalam kebimbangan yang nyata. Sampai ibuku mengatakan
bahwa jika aku benar-benar berniat pergi, yasudah berangkat saja.
Langganan:
Postingan (Atom)


