Dunia ini memang selalu menjanjikan keindahan semu. Tapi... apakah semuanya kekal abadi? Yap.. jawaban yang sudah kita kantongi sudahlah pasti "tidak". Lantas kenapa kita masih saja sering menomor satukan dunia tanpa memikirkan hakikatnya semua ini hanya kesemuan belaka?
Membayangkan bisa singgah dan hidup menetap di pesisir pantai, dimana setiap pagi bisa menjadi saksi akan fenomena terbangunnya mentari dari lelapnya. Merasakan desiran manja ombak yang membelai lembut jemari kaki yang siap berjuang kembali. Bersamaan dengan angin sepoi yang hilir mudik mengibaskan ketrentaman dalam hati. Atau disaat malam bertabur bintang dan rembulan yang bertengger manja di atas lautan yang menjanjikan kedamaian. Aaah... pasti indah dan menyenangkan.. ^^
Minggu, 22 Februari 2015
Senin, 26 Januari 2015
Aku Tak Pernah Mengajarinya Berbohong
Waktu itu, aku kehilangan sebuah bando hitam yang biasa kukenakan saat di rumah. Sudah kucari kesana kemari dan tidak jua ku temukannya. Setelah itu, akupun bertanya kepada sepupuku apakah dia melihat bandoku. Sebut saja dia bunga. Tapi bunga bilang dia nggak tahu. Yasudah, akupun melupakan bando itu dan memutuskan untuk membeli yang baru.
Saringan yang Bolong
Entah berapa tahun yang lalu, saat aku masih SD. Seperti biasa, masak-masakan di dapur ibu sudah menjadi kegiatan rutin yang ku lakukan bareng adik sama mbak sepupuku. Yap tiga bersaudara yang tak pernah kehabisan akal buat ajang kreasi baru. Dari bikin tumpeng2an mini, kue kukus yang gatot, manisan, gorengan hingga coklat. Tak semuanya berhasil sih. Tapi kami tak pernah gagal dalam satu acara ini "berantakin dapur"... hihhihi
Kala itu kalau ndak salah sasaran uji coba membuat pisang goreng dan ketela goreng. Yah karena bahannya yang simpel dan bisa di dapat di dapur ibu, jadi tak perlu merogoh tabungan yang kami kumpulkan 100 perak tiap harinya.
Jumat, 16 Januari 2015
Meet Up.. Keluarga Langit
Mendung syahdu,
semakin menambah keelokan gunung penanggungan yang tertutup awan di
puncaknya. Kembali memaksaku untuk bertafakkur alam atas segala
ciptaanNya yang begitu mengagumkan. Subhanallah... Seketika teringan
acara baksos minggu 11 Januari kemarin.
Saat aku terbangun
oleh suara gaduh ayam jantan yang saling bersahutan. Dengan keindahan
mentari yang malu-malu menampakkan sinarnya. Dan aku, masih saja tak
punya banyak keberanian untuk mengungkapkan apa yang memenuhi otakku
minggu-minggu ini. Aku ingin ikut berkumpul dengan komunitas Keluarga
Langit di agenda baksos ke ponpes milenium Sidoarjo. Hanya
mengantongi izin dari ibu saja rasanya tak cukup buatku. Sejenak aku
pun terambang dalam kebimbangan yang nyata. Sampai ibuku mengatakan
bahwa jika aku benar-benar berniat pergi, yasudah berangkat saja.
Kamis, 25 Desember 2014
Aku ingin kebebasan dg batasan yg kumiliki
sebuah hati yang memang terlalu keras, atau aku
saja yg kurang pandai melunakkannya?? ...
ah sudahlah... ketika jawaban dan alasan yang
sama kembali menerobos gendang telingaku,
seakan setiap guratan nadiku kembali tercengkram
hebat, membuat aliran darah seakan macet
seketika... hujaan.... kembali hujan air mata hanya
karena 1 permohonan yg mungkin akan mampu
merubah sejarah hidupku, cara pandang dan pola
pikirku...
saja yg kurang pandai melunakkannya?? ...
ah sudahlah... ketika jawaban dan alasan yang
sama kembali menerobos gendang telingaku,
seakan setiap guratan nadiku kembali tercengkram
hebat, membuat aliran darah seakan macet
seketika... hujaan.... kembali hujan air mata hanya
karena 1 permohonan yg mungkin akan mampu
merubah sejarah hidupku, cara pandang dan pola
pikirku...
Sabtu, 15 November 2014
Lembar kerinduan untuk ayah bunda*part2
Jumat, 14 November 2014
Lembar kerinduan
Langganan:
Postingan (Atom)


